Front Rakyat Advokasi Sawit Sulteng Desak Gubernur Tertibkan Operasi Ilegal PT. Agro Nusa Abadi (ANA) Di Morut
Palu, IN
Kepada awak media ini pada 15 Oktober 2021, sejak tahun 2006 masalah konflik agraria yang melibatkan masyarakat Petasia Timur dengan perusahaan PT. Agro Nusa Abadi, sampai dengan saat ini tidak terselesaikan. Dalam catatan kami Front Advokasi Sawit (FRAS) terdapat 300 lahan masyarakat Petasia Timur yang dirampas PT. ANA dan terdapat empat orang dijerat hukum dengan tuduhan mencuri buah sawit.
Kami menilai perusahaan ini adalah perusahaan yang kebal akan hukum, melihat perusahaan ini diduga tidak memiliki legalitas dalam pengoprasian. Bahkan kantor staf presiden pernah datang ke Morowali Utara untuk menyelesaikan kasus perampasan lahan masyarakat oleh PT. ANA. Bahkan hasil kajian ombudsman perwakilan Sulteng juga pada tahun 2018 menyimpulkan bahwa terjadi mal administrasi terhadap aktifitas perusahaan PT. ANA, dalam hal ini perusahaan tersebut tidak memiliki IUP-B.
- Agro Nusa Abadi adalah aktor utama penyebab rentetan kasus-kasus perampasan lahan dan kriminalisasi terhadap petani yang terjadi di Petasia Timur Morowali Utara. Perusahaan ini merupakan anak dari perusahaan Astra Agro Lestari yang mayoritas sahamnya dikuasai oleh Jordine Matheson Group. Tercatat perusahaan ini telah memonopoli 461.072 Ha lahan yang ada di Indonesia, dari total luasan lahan tersebut Astra Agro Lestari pada tahun 2017 telah memiliki total keuntungan USS 6.100 juta.
Kekayaan yang dimiliki Group Astra Agro Lestari ini buah dari hasil perampasan-perampasan lahan anak dari perusahaan Astra Agro Lestari seperti apa yang dipraktekkan oleh PT. ANA di Petasia Timur Morowali Utara.
Dalam hal ini Front Advokasi Sawit (FRAS) Sulteng mendesak Gubernur segera menertibkan aktivitas perusahaan PT. ANA di Petasia Timur Morut. Aktivitas ini banyak membuat masyarakat menderita karena praktek-praktek kejahatan yang dilakukan oleh PT. ANA, penyelesaian ini harus menjadi tanggung jawab Pemerintah Provinsi Sulteng, apalagi penyelesaian kasus konflik agraria ini telah menjadi fokus dan prioritas pemerintah Jokowi. *(Roby)
