Juni 3, 2026

INOVASI NEWS

Agus Budi Raharjo : Program MBG Jangan Menyimpang Dari Regulasi dan Juknis BGN

Banggai-Sulteng, inovasinews.id

Esensi yang terpenting dalam pengelolaan program Makanan Bergizi Gratis (MBG) adalah jangan sampai menyimpang dari semua ketentuan regulasi dan Petunjuk Teknis/Juknis yang sudah diatur secara tegas dan rinci oleh Badan Gizi Nasional.

Statemen tersebut disampaikan Agus Budi Raharjo yang nota bene merupakan pemenang tender program MBG di Kecamatan Nuhon Kabupaten Banggai.

Saat diwawancara secara eksklusif Media Online inovasinews.id, Senin (26/1) 2026 Agus menjelaskan, di tahap awal pihaknya memakai dua legalitas yayasan sebagai persyaratan proses tender di pusat yaitu, Yayasan Ketahanan Pangan Nasional dan Yayasan Arta Peduli Isi Nusantara.

Sebab program MBG ini, sesuai Undang-Undang dan Perpres harus lewat yayasan. Kalau tidak ada yayasan kita tidak bisa ikut tender.

Karena di seluruh Indonesia semua tender itu harus lewat yayasan sehingga program ini bisa terkontrol. Yayasan sebagai dasar hukumnya menaungi kita sebagai mitra atau perusahaan investornya yang memberikan kontribusi interten atau sebagai donatur.

Jadi perusahaan yang ada di yayasan ini sama seperti yang lain-lain, ada CV dan PT, itulah sebagai mitra investor.

Sedangkan kesiapan mengenai peralatan dapur, mobilisasi dan karyawan, semua itu ada sistem yang sudah terstruktur manajemen sesuai pagu anggaran, renovnya dan equipmentnya itu yang paling utama.

Contoh kesiapan fasilitas dapur itu harus standar BGN stenlis semua seperti, egg house-nya, pencuci omprengnya, pengering ompreng, sterilisasinya, bebas ruangan, bebas kontaminasi, ruangan master queen-nya.

Di dalam SPPG itu kalau kita ikuti prosedur maksimal 17 ruangan. Di situ ada ruangan bebas kontaminasi, ruangan inspeksi, ruangan inspirasi, ruangan komersial.

Jadi kalau kita lihat standarnya sudah 33 ruangan melebihi dari kapasitas spek BGN yang cuma 400. Kita ini sudah 1.350, jadi LAOC itu sudah melebihi dari kapasitas dari yang diperintahkan.

Menurut Agus yang kesehariannya merupakan pelayan masyarakat di bidang kesehatan, pihaknya selalu mencegah dalam pengawasan produksi bahan baku pangan agar selalu hiegenis.

Untuk karyawan kita buatkan sertifikat penjama, tidak harus ada ijazah SMA yang penting dia produktif.

Kita rekrut 47 orang karyawan dengan totalitas 65 karyawan, 15 cadangan. 50 karyawan inti dengan gaji sesuai standar BGN ditambah lagi dengan insentif.

Cntoh karyawan lapangan gaji standarnya per hari Rp. 300 ribu atau Ro. 200 ribu dikali 20 hari kerja.

Gaji dan insentif berbeda. Sesuai juknis terbaru insentifnya sesuai standarnya BGN itu Rp. 100.000-Rp. 200.000 yang harus dibayarkan per hari.

Sedangkan mengenai mobilisasi kita sudah siapkan 8 unit mobil, semua sudah terkoordinir dengan baik dan tersistem. Jadi kita ini kategori sekarang sudah persiapan, sudah ready sekaligus sudah persiapan 100%.

Dari segi fasilitas dan bahan baku pangan kita sudah siap, tinggal menunggu SPK dan SPPI dari Jakarta. *Syarif

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

2019 © inovasinews.net | Newsphere by AF themes.