Sering Sewa Laptop Saat ANBK, Disdikbud Banggai Diharap Bisa Fasilitasi Masalah Ini
Banggai-Sulteng, inovasinews.id
Sampai di bulan Januari 2026, komposisi tenaga kependidikan di SD Inpres Sepa Kecamatan Pagimana Kabupaten Banggai terdiri atas kepala sekolah, satu petugas kebersihan ditambah 12 tenaga guru.
Tenaga guru sendiri terbagi atas tiga PNS, enam P3K tahap pertama dan satu orang P3K tahap dua. Tenaga paruh waktu sebenarnya tiga orang namun satu orang sudah pindah.
Kepala SD Inpres Sepa Joni, S.Pd yang dikonfirmasi Media Online inovasinews.id belum lama ini di kantornya mengatakan, mengenai ketersediaan tenaga guru hingga di awal Januari 2026 sudah cukup.
Hanya saja mungkin di bulan Juli mendatang guru kelas satu di sekolah ini akan memasuki masa purna bhakti ataupun pensiun, dan jelas akan kembali kekurangan satu tenaga guru.
Ditanya mengenai kondisi sarana prasarana (Sarpras) di SD Inpres Sepa kepsek kembali menjawab, kalau persoalan ini dirinya hampir setiap awal tahun rutin membuat proposal sampai tiga hingga empat kali.
Proposal usulan yang dibuat terkait pengadaan fasilitas laptop, yang sampai sekarang hanya terdapat satu unit, itupun dibeli sendiri dengan menggunakan keuangan sekolah.
Bantuan yang diterima sekolah baru sebatas Chromebook dan smartboard batuan pemerintah pusat yang disalurkan beberapa waktu lalu.
Anehnya sesuai informasi, ada sekolah yang jumlah siswanya hanya lima orang, malahan diberi bantuan Chromebook sebanyak 15 unit.
Sejak ANBK pertama hingga tahun 2025 kemarin, SD Inpres Sepa tidak pernah menumpang di sekolah lain akan tetapi bisa tetap menggelar secara mandiri, meskipun harus meminjam dan menyewa laptop dari pihak lain.
Untuk kebutuhan sarana prasarana sekolah yang masih perlu mendapat perhatian Dinas Pendidikan dan Kebudayaan kabupaten adalah mengenai pagar sekolah keliling yang sebagiannya masih dipagar menggunakan kawat duri.
Di tahun 2025 kemarin sekolah ini dapat dua paket proyek rehabilitasi tiga ruang kelas belajar dan WC.
Hanya saja masih ada ruangan kelas yang perlu segera dilakukan renovasi mengingat pembangunannya dilakukan sejak tahun 1982 atau 1984 silam.
Sejak dibangun, infrastruktur yang ada baru sekitar dua kali dilakukan rehabilitasi.
Akibatnya kondisi plafon bangunan baik didalam dan luar ruangan sudah banyak yang rusak dan berlubang-lubang. Fasilitasi ini sudah sangat layak segera dilakukan perbaikan demi keselamatan dalam proses belajar-mengajar. *Gilang/Pandi
