Bumdes Giwang Dipertanyakan. Neraca Laba-Rugi Terkesan Tak Transparan
Banggai, IN
Pengelolaan dana Bumdes Giwang Kecamatan Balantak Selatan Kabupaten Banggai Sulawesi Tengah dalam beberapa tahun terakhir memunculkan tanda tanya besar di kalangan masyarakat sekitar.
Betapa tidak, sedikitnya tiga tahun berturut-turut pengelolaan dana Bumdes Giwang yang diplot untuk pengadaan beberapa fasilitas aset desa berupa, kursi plastik, tenda besi, alat timbangan dan pengadaan tabung elpiji, pelaporan terkait neraca laba-rugi setiap tahun anggaran terkesan tertutup dan tidak ada sosialisasi secara terbuka alias proses transparansi kepada kalangan masyarakat.
Tragisnya lagi, selama ini seluruh proses pinjam-pakai seluruh asset Bumdes Giwang diduga hanya diketahui oleh Ketua Sopyan Putalan dan Bendahara Wiwi Tarawe. Sedangkan Sekretaris yang baru diangkat dan diberi mandat dua tahun terakhir (Kamran Esing,red) perannya selama ini terkesan hanyalah formalitas diatas kertas.
Karena Sekretaris Kamran Esing selama ini tidak pernah dilibatkan ataupun menandatangani sehelai kertas terkait jabatannya selaku Sekretaris. Begitupun pelaporan neraca laba-rugi setiap tahunnya tidak diketahui progresnya sama sekali.
Masyarakat hanya sebatas mendengar informasi yang beredar di kalangan masyarakat sekitar, kalaupun pengelolaan dana Bumdes Giwang cukup baik selama ini dan masih terdapat saldo laba kurang lebih Rp. 80 juta, meski tidak diketahui secara pasti apakah saldo laba Rp. 80 juta dananya memang benar masih disimpan di bank ataukah hanya sebatas surga telinga kepada publik.
Belum lagi selama ini khusus mengenai dana simpan-pinjam Bumdes Giwang pernah beredar rumor ada pihak lain yang disebut-sebut menanamkan modalnya di badan usaha milik desa ini.
Masyarakat meminta pada instansi terkait untuk bisa mengaudit investigasi tentang pengelolaan dana Bumdes Giwang dalam beberapa tahun terakhir, apalagi program Bupati Ir. H. Amiruddin Tamoreka tentang pemberian anggaran Bumdes Rp. 500 juta persetiap desa, belum lama ini Giwang termasuk sudah menerima dana awal sekitar Rp. 100 juta yang di launching secara simbolis di Kecamatan Toili beberapa waktu lalu.
Hingga berita ini dilansir, baik Kepala Desa Giwang Suparno Tuah, Ketua Bumdes Sopyan Putalan maupun Bendahara Wiwi Tarawe belum berhasil ditemui guna mengkonfirmasi temuan tersebut. *Tim
