Muhlis : Soal PTM Masih Terkendala Guru Yang Sudah Divaksin
Banggai, IN
Menyangkut titik terang kapan proses Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas bisa di gelar secara serentak khususnya bagi para siswa-siswi ditingkat sekolah menengah atas, hal itu pada prinsipnya masih terkendala pada seberapa banyak tenaga guru yang sudah menjalankan program vaksinasi Covid-19.
Pernyataan tersebut disampaikan Kepala Bidang SMA Dinas Pendidikan dan Pengajaran Provinsi Sulawesi Tengah Dr. Muhlis, M.Si di ruang kerjanya belum lama ini.
Menurut Kabid, mengenai proses PTM sifatnya situasional mengikuti petunjuk sekaligus edaran dari pemerintah pusat dan daerah.
Sebenarnya mengenai pemebelajaran tatap muka terbatas, beberapa waktu lalu, pemerintah daerah melalui Dinas Pendidikan Sulteng, diwakili asisten, Dinas Kesehatan, BPBD, Komisi IV DPRD Provinsi serta instansi teknis lainnya sudah pernah menggelar rapat koordinasi perencanaan kapan PTM dimulai.
Setelah dibahas berbagai macam persiapan termasuk apa yang diamanatkan didalam Surat Keputusan Bersama (SKB) empat menteri, tentang bagaimana kesiapan pelaksanaan PTM terbatas.
Kalau ditanya tentang kesiapan PTM terbatas, setiap sekolah sudah siap melaksanakan pembelajaran tatap muka, sekolah juga sudah berkomunikasi dengan para orang tua siswa, termasuk menandatangi berita acara kesepakatan walaupun masih ada sebagian kecil orang tua siswa yang belum sepakat
Sekolah pun sudah melakukan kerja sama dengan fasilitas kesehatan terdekat, sudah menyiapkan fasilitas tata periksa seperti tempat cuci tangan, masker dan rambu-rambu terkait Protokol Kesehatan (Prokes).
“Yang masih menjadi kendala sudah seberapa besar tenaga guru yang sudah melakukan proses vaksinasi Covid-19. Setelah dilakukan evaluasi data ternyata belum mencapai 50 % tenaga guru bahkan baru sekitar 20 % tenaga pendidik yang melakukan vaksinasi covid dari standar 80 % yang ditentukan.,” tutur Kabid.
Dari hasil kesepakatan yang ada, kedepan jika sudah ada data riil mengenai seberapa besar tenaga guru SMA, SMK dan SMP yang sudah melaksanakan vaksinasi, maka akan dilakukan rapat kembali mengenai kesiapan pemberlakuan PTM terbatas.
Dan strateginya kedepan kemungkinan, mana saja sekolah yang sudah memenuhi syarat indikator yang ditentukan, maka sekolah tersebut yang bisa menerapkan proses pembelajaran tatap muka terbatas, agar supaya mendorong sekolah lainnya berpacu mengikuti indikator-indikator yang telah ditentukan oleh pemerintah. *Tim
