Sekolah Lain Direhab Berkali-kali, Bangunan Rusak Satap SD Inpres dan SMPN 7 Salodik Belum Diperbaiki
Banggai,-Sulteng, inovasinews.id
Sungguh miris dan menyedihkan sekali potret buram pengawasan dan evaluasi terhadap proses perencanaan rehabilitasi reguler bangunan pendidikan yang ada di wilayah kerja, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Banggai Provinsi Sulawesi Tengah.
Hasil pantauan Media Online inovasinews.id di lapangan termasuk postingan keluh kesah di platform media sosial, di tahun anggaran 2025 kemarin masih ada secuil satuan pendidikan di daerah ini yang mendapat kegiatan rehabilitasi fisik secara bertubi-tubi.
Padahal disisi lain masih banyak sekolah yang kondisi ruang kelas dan fasilitas pendukung lainnya sudah banyak yang rusak berat dan memprihatinkan.
Semisal yang terjadi di satuan pendidikan satu atap SMP Negeri 7 dan SD Inpres Salodik Kecamatan Luwuk Utara.
Di sekolah ini salah satu bangunan yang bagian atap plafonnya sudah rusak parah dan dikhawatirkan dapat mengancam keselamatan para murid dan guru terpaksa sudah dikosongkan.
Halaman sekolah sejak didirikan sama sekali belum pernah ditimbun, dicor atau dibuatkan paving blok. Akibatnya disaat musim penghujan tiba setiap tahunnya, halaman sekolah sering becek dan berlumpur.
Begitu pula dengan fasilitas WC dan tiang pentras di ruang kelas SMP yang kondisinya mulai terkelupas dan belum diperbaiki.
Permintaan rehabilitasi sejumlah fasilitas di sekolah ini mungkin sudah rutin dimasukan dalam laporan data pokok pendidikan/Dapodik, dan diajukan di Musrenbang setiap tahunnya.
Namun sayangnya sampai di tahun 2026 ini, disaat segelintir sekolah dengan begitu gampangnya memperoleh rehabilitasi fisik dari Disdikbud Banggai secara berulang-ulang, sekolah ini malahan terkesan termarjinalkan dan dianaktirikan.
Hingga berita ini dipublis para pihak terkait belum berhasil ditemui guna mengklarifikasi temuan tersebut. *Tim
