Diseruduk Sapi, Dua Warga Bohotokong Jadi Korban Laka Lantas Tunggal
Banggai-Sulteng, inovasinews.id
Dua warga Desa Bohotokong masing-masing Rudin Tiu dan Rinto menjadi korban kecelakaan lalu lintas tunggal yang terjadi di jalan poros trans Sulawesi di Kelurahan Bunta Dua Kabupaten Banggai, Kamis (18/12) 2025 sekitar pukul 23.00 wita.
Saksi yang berboncengan Rinto saat berada di Puskesmas Bunta pasca kejadian kepada Media Online inovasinews.id mengatakan, kronologis peristiwa naas tersebut bermula ketika Rudin Tiu pengendara dan dirinya yang membonceng di belakang tengah mengendarai sepeda motor Mio 3 berwarna merah dengan nomor polisi (Nopol) DN 3255 RU.
Sesampainya di lokasi tempat kejadian perkara (TKP), meski berkendara dengan kecepatan rendah, tanpa diduga seekor hewan ternak sapi berwarna hitam yang diikat di pinggiran jalan poros, melintas dan menghantam kendaraan motor hingga hilang kendali.
Spontanitas benturan tersebut menyebabkan pengendara dan yang berboncengan di belakang tergeletak di aspal jalan propinsi.
Akibat kejadian ini pengendara Rudin Tiu mengalami luka serius di wajah muka dan tangan korban, yang langsung dilarikan ke UGD Puskesmas Bunta guna mendapat pertolongan pertama.
Sementara itu, menurut salah seorang warga Kelurahan Bunta Dua, yang juga menjadi saksi melihat langsung peristiwa tersebut mengatakan, pemilik sapi sudah beberapa kali disampaikan untuk tidak mengikat ternaknya di pinggiran jalan trans Sulawesi, karena bisa membahayakan pengendara kendaraan bermotor akan tetapi tidak pernah digubris.
Pemilik sapi juga selama ini hanya mengikat induknya di pinggiran jalan, sementara anaknya dibiarkan berkeliaran.
Lurah Bunta Dua Ismul Idris saat dikonfirmasi Jumat (19/12) 2025 di kantornya menegaskan dirinya sudah menyurat kepada pemilik ternak, bahkan disetiap rapat ataupun pengumuman melalui masjid sudah dihimbau berkalk-kali untuk mengikat/mengandangkan hewan ternak sapi milik warga.
Sebab sudah ada surat edaran/instruksi Bupati Banggai menindaklanjuti Perda terkait penertiban hewan ternak. Akan tetapi berbagai himbauan dan sosialisasi yang dilakukan kurang mendapat perhatian serius dari warga yang memiliki hewan ternak. *Syarif
