April 22, 2026

INOVASI NEWS

Pemdes Ulos Optimalkan DD 2025 Untuk Program Ternak dan Ketahanan Pangan

Banggai-Sulteng, inovasinews.id

Di tahun 2025 ini, Pemerintah Desa Ulos Kecamatan Bunta Kabupaten Banggai terus berupaya memaksimalkan pemanfaatan Dana Desa untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui berbagai program prioritas.

Kepala Desa Meixen Poguman, S.P, menyampaikan bahwa hingga Nopember 2025, pelaksanaan dana desa telah memasuki tahap II, dengan sebagian besar kegiatan telah terlaksana.

Kegiatan tahun ini difokuskan pada beberapa sektor penting, antara lain program peternakan, pembangunan infrastruktur, serta dukungan ketahanan pangan.
“Untuk kegiatan fisik memang tidak terlalu banyak, hanya pembuatan jamban dua unit. Namun, program ternak dan kegiatan BUMDes menjadi prioritas utama,” ujar kades pada kru wartawan Media Online inovasinews.id, Senin (10/11) 2025 di ruang kerjanya.

Lebih jauh kades menjelaskan, dalam pengelolaan BUMDes, Desa Ulos menerapkan sistem kemitraan. Masyarakat penerima bantuan ternak dibagi berdasarkan kondisi sosial dan keyakinan, di mana warga Nasrani menerima ternak babi, sementara warga Muslim menerima kambing. Setiap keluarga penerima wajib mengembalikan dua ekor anakan kepada BUMDes setelah ternaknya berkembang biak.
“Misalnya ternak babi bisa beranak enam sampai tujuh ekor, tapi kita hanya minta dua ekor dikembalikan. Sisanya menjadi milik penerima. Dengan begitu, masyarakat hidup dan BUMDes juga bisa terus berjalan,” jelas Meixen.

Selain itu, pemerintah desa juga melaksanakan kegiatan pagar kuburan yang saat ini tengah dalam proses penyelesaian dan ditargetkan rampung dalam waktu dekat. Di sisi lain, Desa Ulos turut mendukung program ketahanan pangan melalui penyediaan polybag dan bibit tanaman, meski kegiatan tersebut tidak termasuk dalam alokasi 20 persen Dana Desa untuk ketahanan pangan.
“Yang 20 persen itu khusus untuk kegiatan ternak dan BUMDes, sedangkan pengadaan polybag dan bibit dilaksanakan di luar itu,” tambahnya.

Terkait pengembangan ekonomi masyarakat, pihaknya sedang mempersiapkan pembentukan Koperasi Merah Putih. Prosesnya telah mencapai tahap Nomor Pokok Pengusaha (NPPP), dan saat ini menunggu pendampingan lebih lanjut dari dinas terkait.
“Kemarin kami sudah komunikasi dengan pendamping koperasi, tinggal menunggu tindak lanjut dari mereka untuk peluncurannya,” katanya.

Meixen berharap agar seluruh masyarakat penerima manfaat Dana Desa dapat memelihara dan mengelola bantuan ternak dengan baik, sehingga program ini memberikan dampak berkelanjutan bagi ekonomi desa.
“Harapan saya kegiatan ini berhasil, ternaknya dirawat baik-baik supaya berkembang. Kalau masyarakat bisa mandiri, BUMDes juga hidup, dan desa kita semakin maju,” tutupnya. *Syarif

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

2019 © inovasinews.net | Newsphere by AF themes.