Program Ketapang Desa Tolisu Difokuskan Pada Peternakan dan Pemberdayaan Masyarakat
Kades Tarno Efendi menyatakan, program ini dijalankan melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dengan sistem bagi hasil antara petani dan BUMDes. “Sistemnya satu kelompok, tetapi perawatan dilakukan oleh masing-masing orang. Pembagian hasilnya 60 % untuk petani dan 40 % untuk BUMDes,” ungkapnya.
Melalui skema ini, BUMDes tidak hanya memperoleh keuntungan, tetapi juga berperan aktif membantu petani agar perekonomian masyarakat meningkat. “Kalau kita hanya mengejar uang, uang itu untuk siapa?. Yang penting masyarakat bisa merasakan peningkatan ekonomi dan pemberdayaan berjalan,” tambah kades.
Selain sektor peternakan, Desa Tolisu juga melaksanakan kegiatan fisik berupa pemasangan lampu penerangan jalan di beberapa dusun. Kegiatan ini melibatkan partisipasi masyarakat setempat dengan sistem swakelola. “Pekerjaannya dilakukan oleh masyarakat lingkungan setempat. Pemasangan lampu meliputi Dusun 1, Dusun 2, dan Dusun 3,” jelasnya.
Kegiatan penerangan jalan ini merupakan tindak lanjut dari program yang sudah dirintis sejak tahun 2015, di mana desa mulai mengadakan meteran listrik sendiri dan bekerja sama dengan pihak PLN.
Melalui sinergi antara BUMDes dan partisipasi masyarakat, Pemerintah Desa Tolisu berharap agar seluruh program ketahanan pangan dan pembangunan infrastruktur desa dapat berjalan berkelanjutan serta membawa manfaat nyata bagi warga. *Rahmat/Gilang