Sebagai Penyangga Kota, Di Rezim AT-FM Kecamatan Nambo Meningkat Drastis
Banggai, IN
Wilayah Kecamatan Nambo yang secara administratif terdiri atas 5 desa dan 6 kelurahan, dalam kurun waktu 2 sampai dengan 3 tahun terakhir terjadi peningkatan yang sangat drastis dalam hal pembangunan infrastruktur terutama jalan pertanian yang bersumber dari anggaran dana pelimpahan dan dinas terkait.
Program pembangunan infrastruktur tersebut sudah terimplementasi di Kelurahan Nambo Lempek, Nambo Bosaa, Lontio dan Padungnyo. Sementara yang berkaitan dengan bertambahnya kebutuhan dasar masyarakat yakni jaringan air bersih, tahun 2024 ini tengah direalisasi di Desa Sayambongin dan Padungnyo dengan anggaran Rp. 1 milar.
Statemen ini disampaikan Camat Nambo Zubhan Ahmad Selasa (19/11) 2024 di ruang kerjanya, menjawab pertanyaan wartawan Media Online inovasinews.id mengenai progres pembangunan tiga tahun terakhir di rezim AT-FM.
Lebih jauh camat menjelaskan, kebutuhan dasar yang menggerakan perekonomian warga desa infrastruktur itupun dibangun. Jalan usaha tani dibangun, jaringan air bersih yang bisa menggerakan sektor pertanian maupun sektor perikanan, bantuan mesin katinting, alat pertanian yang berasal dari bantuan kecamatan, dinas terkait dan kelurahan. Karena anggarannya sudah dinaikan setiap tahun mencapai angka Rp. 650 juta, makanya kelurahan saat ini bisa juga merealisasi program pemberdayaan.
Untuk kedepannya Kecamatan Nambo akan mengembangkan kawasan agro wisata dalam pemanfaatan lahan pertanian dan sumber air yang melimpah misalnya, durian. cingkeh dan hasil pertanian lain dengan memberi pedampingan kepada petani tentang cara menanam yang baik, merawat, pupuk yang tepat sehingga bisa mendatangkan hasil yang signifikan.
Penataan lingkungan, infrastruktur, dan tata ruang kedepannya akan dibangun draft penghubung di Kecamatan Nambo sekitar 3 km sebagai salah satu jalan alternatif. Bila grand design tata ruang yang baik sudah terwujud, jelas Kecamatan Nambo akan menjadi salah satu kecamatan penyangga ibukota. *Arman
