Juni 3, 2026

INOVASI NEWS

Sudah Dihimbau Netral, Sejumlah SD di Luktim Seragam Kuning-Birukan Fasilitas Sekolah

Banggai, IN

Meski sudah ada himbauan dari Bupati Kabupaten Banggai Provinsi Sulawesi Tengah Ir. H. Amiruddin Tamoreka diberbagai kesempatan agar warna cat bangunan maupun pagar sekolah dimintakan tetap netral dan tidak usah ikut-ikutan partai pengusung pemerintah, akan tetapi realitanya di lapangan diduga masih saja kontradiktif.

Hasil pantauan langsung kru media online inovasinews.id di lapangan baru-baru ini ternyata masih saja menemukan sejumlah sekolah dasar negeri terkesan berbondong-bondong mengecat bangunan ruang belajar maupun pagar sekolah dari yang sebelumnya berwarna merah berubah menjadi biru tua dengan kombinasi kuning.

Kondisi ini seperti yang terjadi di sejumlah sekolah dasar negeri yang ada di wilayah Kecamatan Luwuk Timur. Fenomena warna pelangi yang kerap kali terlihat di langit ruang angkasa bumi ini, nampaknya sudah menjadi tradisi rutin bagi setiap dunia pendidikan di semua tingkatan. Warna cat seluruh bangunan ruang belajar sampai dengan pagar sekolah terlihat terus berganti disetiap pasca pemilihan kepala daerah.

“Kalau tahun kemarin semua bangunan ruang belajar dan pagar sekolah berbondong-bondong di cat berwarna merah, dalam beberapa bulan terakhir warna bangunan sekolah dan pagar kembali berubah seragam menjadi warna biru tua dikombinasikan sedikit kuning. Kemungkinan warna cat bangunan sekolah dan pagar yang sebelumnya masih berwarna merah menandakan Bupati Kabupaten Banggai di tahun kemarin masih berasal dari PDI-P. Dan sekarang bangunan dan pagar sekolah sudah kembali berganti warna biru tua sedikit kombinasi kuning mungkin menggambarkan pasangan Bupati dan Wakil Bupati Banggai yang baru saja dilantik dan menjabat, diusung oleh koalisi parpol besar seperti, Partai Nasdem dan Partai Golkar,” tegas kalangan publik.

Harusnya menurut mereka, dunia pendidikan konsen dan harus memposisikan netral dari kontaminasi politik. Jangan hanya karena takut kehilangan jabatan, lalu kemudian seolah menggadaikan integritas sebagai lembaga profesi yang orientasinya melahirkan para generasi penerus bangsa.

Karena untuk mengecat seluruh bangunan ruang belajar maupun pagar sekolah, tentunya menggunakan anggaran dana BOS dan sesuatu yang mustahil diambil dari kantong pribadi masing-masing kepsek. Padahal hampir disetiap kesempatan, para kepala sekolah sering beralasan dan tak jarang mengeluhkan perihal minimnya anggaran di sekolah yang mereka pimpin.

Sementara itu, Kepala SDN Honduhon yang disambangi di kediaman pribadinya guna meminta klarifikasi terkait perubahan warga pagar sekolah seperti tampak pada dokumentasi foto di rilis pemberitaan media ini, menurut anggota keluarga kepsek sedang tidak berada di tempat. *Tim

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

2019 © inovasinews.net | Newsphere by AF themes.