April 19, 2026

INOVASI NEWS

Proyek Jembatan Ke Perkemahan Salodik Diduga Bermasalah, Dinas PU Terkesan Mati Suri

Banggai, IN

Proyek Pembangunan Jembatan akses penyeberangan ke lokasi lapangan perkemahan Pramuka Desa Salodik Kecamatan Luwuk Utara Kabupaten Banggai Provinsi Sulawesi Tengah sedang berjalan, namun disayangkan proyek tersebut tidak memiliki papan Proyek.

Dalam pantauan media ini di lapangan, proyek pembangunan jembatan akses menuju penyeberangan lapangan Pramuka Desa Salodik diduga bermain mata dengan dinas terkait, karena sudah berulang kali awak media menyampaikan kepada dinas terkait (PU) Kabupaten Banggai melalui pesan singkat  whatsApp, namun hanya dibalas iya terima kasih atas infonya nanti disampaikan kepada pengawasnya, ujar salah satu Kepala Bidang di Dinas PU.

Sebelumnya juga awak media sudah berkali-kali menyampaikan kepada bas/tukang kerja jembatan tersebut, namun oleh para pekerja lapangan hanya balik menjawab iya nanti disampaikan sama bos kami, terus-menerus begitu sampai saat ini ternyata papan proyek tak kunjung dipasang.

Indikasi pengerjaan secara serampangan dan inprosedural ini, diduga dinas terkait menutup mata dan melakukan proses pembiaran terhadap pemborong yang tidak mematuhi aturan yang telah ditetapkan pemerintah. Pemborong itu harusnya memasang papan proyek secara jelas kemudian mencantumkan nama proyek, nama pemilik dan tanggal izin.

Anggaran proyek jembatan itu tidak diketahui, informasi melalui Kepala Desa Salodik proyek pembangunan jembatan tersebut sumber anggaran dari daerah (APBD) yang dikerjakan oleh pemborong atau CV juga yang tidak diketahui, papan proyeknya saja tidak ada sungguh aneh bin ajaib.

Jika dibandingkan dengan proyek pembangunan jamban (WC) meski platfon anggarannya kecil, papan proyeknya pasti ada terang warga setempat. Lantas bagaimana bisa proyek pembangunan jembatan penyeberangan lapangan pramuka Desa Salodik yang sudah nyaris selesai, akan tetapi tidak ada papan proyeknya ?.

Terindikasi dinas terkait bermain mata dengan pemborongnya karena sudah dilaporkan berulang-ulang kali secara resmi temuan di lapangan, namun tidak juga menanggapi hal tersebut. Bagaimana bisa diketahui besar anggaran pembangunan proyek tersebut ?” Loh ini uang rakyat bukan uang pribadi, sebut seorang warga setempat.

Menurut konsultan terpercaya yang enggan disebutkan namanya  pada media ini, proyek pembangunan jembatan atau proyek apa saja yang tidak memasang papan proyek itu salah dan sudah jelas merupakan sebuah pelanggaran, karena tidak sesuai dengan Petunjuk Teknis (Juknis) yang ditentukan.

Apalagi abutmennya bagian sebelah barat itu sudah ambruk namun hanya ditempel-tempel dengan semen dan kemudian abutmen yang bagian atas hanya ditempel untuk tambahan ketinggian yang nota bene sudah ambruk. Masyarakat setempat menyayangkan Dinas Pekerjaan Umum (PU) kabupaten hanya menutup mata dan kemudian lalai dari pengawasan. *Tim

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

2019 © inovasinews.net | Newsphere by AF themes.