Oknum Timses Diduga Mulai Jatuhkan Reputasi AT-FM
Banggai, IN
Baru seumur jagung terpilih dan dilantik menjadi Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Banggai Ir. H. Amiruddin Tamoreka dan Drs. H. Furqanuddin Masulili, dinamika hiruk-pikuk maupun tindak-tanduk para oknum tertentu yang diduga mengatasnamakan bagian dari Tim Sukses (Timses), disinyalir mulai membuat reputasi pasangan AT-FM mulai terdegradasi.
Betapa tidak, berdasarkan informasi dan hasil investigasi langsung media online inovasinews.id di lapangan dalam beberapa pekan terakhir, menemukan pengerjaan sejumlah proyek DAK/DAU tahun anggaran 2021 di Dinas Pendidikan Kabupaten Banggai diduga tidak sedikit yang bermasalah.
Sampel konkritnya adalah pengerjaan bangunan kamar Mandi, Cuci, Kakus (MCK) di SDN Longkoga Barat Kecamatan Bualemo yang salah lokasi tempat pengerjaan, dimana sesuai RAB proyek ini seharusnya dikerjakan di SD Inpres Trans Longkoga.
Contoh lainnya adalah pengerjaan ruang kelas baru di SMP Negeri 2 Kecamatan Nambo Kabupaten Banggai, yang hingga memasuki deadline batas waktu pengerjaan di bulan Nopember ini akan tetapi progresnya di lapangan terkesan stagnan.
Belum lagi temuan indikasi monopoli berbagai paket proyek yang sama, dimana pihak pengelolanya (kontraktor,red) disebut-sebut satu nama yang diduga masih memiliki hubungan kekerabatan dengan pihak penentu kebijakan di daerah ini.
Berbagai kalangan publik yang sempat dimintai argumentasinya meski mereka memilih enggan disebutkan namanya mengaku merasa risau dengan kondisi awal rezim pemerintahan AT-FM.
“Memang benar saat ini pihak kontraktor yang mengelola proyek diberbagai SKPD adalah para pengusaha lokal sesuai dengan janji-janji kampanye AT-FM saat Pilkada Banggai beberapa bulan lalu. Hanya saja praktek monopoli diduga masih saja terjadi di pengerjaan proyek di dinas tertentu,” tegas sumber.
Para sumber mengilustrasikan, apa bedanya isu yang pernah dihembuskan di rezim pemerintahan sebelumnya yang santer menyebutkan bahwa sanya pengelolaan berbagai paket proyek fisik dikerjakan oleh kontraktor dari luar daerah.
Yang terjadi di rezim AT-FM saat ini, dugaan monopoli berbagai paket proyek masih terjadi, bahkan mirisnya lagi para oknum yang mengaku bagian dari timses yang bertindak selaku pengelola proyek diduga banyak yang asal-asalan menyelesaikan paket fisik yang diberikan kepada mereka.
Jika situasi seperti ini terus terjadi di tahun anggaran 2022 mendatang, maka tidak mustahil tindak-tanduk para oknum yang selalu mengatasnamakan timses, secara tidak langsung akan menggerus reputasi maupun elektabilitas pasangan AT-FM untuk periode selanjutnya. Hingga berita ini dipublis, berbagai pihak yang terkait dengan masalah ini belum berhasil dimintai klarifikasinya. *Tim
