Kalangan Publik Soroti Pilkades Serentak Rentan Intervensi Penguasa
Banggai, IN
Berbagai kalangan publik mengaku merasa riskan dengan kualitas dan profesionalisme penyelenggaraan pesta demokrasi pemilihan kepala desa serentak, yang baru saja digelar di 65 desa di wilayah administratif Kabupaten Banggai tanggal 1 Desember 2021 lalu.
Pasalnya, indikasi praktek TSM (Terstruktur, Sistematis dan Masif) nuasanya terkesan masih sangat kental terhadap intervensi para penguasa baik dari kalangan eksekutif maupun legislatif.
Sebab sudah begitu santer di kalangan masyarakat grass root (akar rumput,red) sebelum memasuki tahapan resmi proses pilkades, para calon tertentu yang akan maju bertarung mengaku diberikan mandat oleh penguasa dari pihak eksekutif maupun oknum anggota DPRD dari partai tertentu pemenang pemilu.
Menurut kalangan publik, sinyalemen intervensi penguasa baik dari kalangan eksekutif maupun legislatif untuk membuck up calon tertentu di perhelatan pilkades serentak, merupakan fenomena baru dan mengkhawatirkan terhadap proses pendidikan politik kepada masyarakat.
Kondisi sikologis seperti ini mulai mengakar, faktor urgensinya tidak lain adalah bermuara pada kepentingan politik baik eksekutif di pilkada nantinya, termasuk para aleg ketika akan maju kembali berkompetisi di konstestasi pileg 2024.
“Mudah-mudahan fenomena mencengangkan ini tidak akan terulang kembali di perhelatan yang sama yakni pilkades serentak tahun 2022, apalagi jumlah desa yang akan mencari kembali pemimpin-pemimpin baru jumlahnya cukup fantastis sampai seratusan lebih,” tegas para sumber. *Tim
