Juli 30, 2026

INOVASI NEWS

Penarikan “Kendis” Desa, Aparat Berwenang Diminta Lakukan Pengusutan

Banggai, IN

Setelah sekian bulan lamanya dibiarkan tidak ada perkembangan ataupun tindak lanjut informasi balik kepada setiap pemerintah desa yang sempat dilakukan penarikan kendaraan truk dinas oleh para oknum staf Dinas Perhubungan Kabupaten Banggai, Bupati dan aparat penegak hukum diminta untuk segera turun tangan melakukan pengusutan terhadap persoalan ini.

Sebab berdasarkan data valid yang berhasil dihimpun Media Online inovasinews.id di lapangan, beberapa waktu lalu sejumlah staf Dinas Perhubungan mendatangi langsung sejumlah desa di Kecamatan Bunta dan Simpang Raya untuk melakukan penarikan kendaraan dinas berjenis truk.

Kendaraan truk dinas ini asal-usulnya merupakan bantuan hibah dari Kementrian Perhubungan pusat sekitar tahun 2017 lalu yang sifatnya hibah, masih di zaman pemerintahan Sofyan Mile, SH, MH sebagai Bupati Banggai.

Tiba-tiba tidak berselang lama Ir. H. Amiruddin Tamoreka dan Drs. H. Furqanuddin Masulili, MM dilantik sekaligus menjabat sebagai Bupati dan Wakil Bupati Banggai terpilih, para oknum staf Dinas Perhubungan bertandang didua kecamatan tersebut untuk melakukan penarikan kendaraan truk dengan alasan kepentingan pemeriksaan.

Disaat itu para oknum staf Dishub sempat berjanji setelah usai pemeriksaan, maka kendaraan desa yang ditarik akan dikembalikan lagi. Mirisnya hingga beberapa bulan berlalu, ternyata kendaraan yang ditarik tak kunjung dikembalikan lagi.

Tak hanya itu, menurut informasi yang dapat dipertanggungjawabkan menyebutkan pula, kendaraan dinas truk desa yang ditarik diduga telah ada yang diperjualbelikan kepada para oknum staf Dishub di lingkungan dinas setempat.

Mirisnya lagi, kendaraan truk lainnya yang diamankan di sebuah bengkel mobil didalam kota Luwuk, disinyalir terjadi praktek pencurian onderdil suku cadang kendaraan, yang tidak diketahui secara pasti para pelakunya.

“Yang menjadi pertanyaan sederhana terkait penarikan kendaraan dinas truk desa, apa sebenarnya yang menjadi alasan utama penarikan tersebut. Apakah murni memang untuk pemeriksaan ataukah ada korelasinya dengan persoalan politik di pilkada Banggai biar semuanya menjadi jelas dan terang benderang tanpa ada yang ditutup-tutupi,” pungkas sumber yang tidak bersedia disebutkan identitasnya.

Karena menurut sumber, sifat dari bantuan ini sudah jelas-jelas hibah dan bukan bergulir. Tapi mengapa masih saja ditarik, bahkan ada dugaan barang tersebut diperjualbelikan, diambil onderdil suku cadangnya, termasuk dipindahtangankan kembali ke desa lain.

Padahal sejak kendaraan dinas truk desa diserahkan kepada mereka tahun 2017 lalu, budget puluhan juta biaya pemeliharaan sudah dikeluarkan untuk membuat garasi, perbaikan bagasi, penggantian onderdil ban dan pengurusan dokumen surat-surat kendaraan bermotor setiap tahunnya, seperti arahan dan anjuran Dishub Banggai dikala itu.

Sementara itu, Kadis Perhubungan Kabupaten Banggai Drs. Tasyrik Djibran yang ditemui berulang-ulang kali di kantornya guna mengklarifikasi temuan tersebut tidak pernah berhasil ditemui karena beliau sering tidak berada di tempat sesuai penuturan beberapa orang stafnya. *Tim

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

2019 © inovasinews.net | Newsphere by AF themes.