April 19, 2026

INOVASI NEWS

Eksistensi KFM Terkesan Banyak Mudharatnya, Bahkan Terkadang Menganggap Remeh Persoalan

Banggai, IN

Sepak terjang PT. Koninis Fajar Mineral (KFM) yang sudah berbulan-bulan lamanya melakukan kegiatan eksplorasi pertambangan nikel di lima desa lingkar tambang masing-masing, Desa Nanga-nangaon, Tuntung, Pongian, Koninis dan Desa Gonohop, eksistensinya terkesan lebih banyak mudharatnya ketimbang memberikan dampak positif, bahkan terkadang PT. KFM sering menganggap remeh persoalan yang terjadi di kalangan masyarakat.

Ada sejumlah fakta riil di lapangan yang terjadi sejak awal beroperasinya PT. KFM yang tidak bisa dibantah oleh pihak perusahaan.

Menurut Wajir Peanto yang nota bene merupakan refresentasi Dari perangkat adat Desa Tuntung Kecamatan Bunta Kabupaten Banggai, hampir setahun PT. KFM beroperasi, sejak awal belum pernah sama sekali melakukan tahapan kegiatan sosialisasi mengenai analisis dampak lingkungan sesuai kewajiban regulasi UU Minerba Nomor 3 Tahun 2020.

Begitupun setiap ada persoalan urgen yang terjadi antara masyarakat dengan pihak perusahaan, fenomena konkrit yang selalu didapati, pihak perusahaan kerap kali hanya mengutus perwakilannya baik dari Divisi Comdev maupun Humas kecamatan.

“Saya menganalisis selama ini pihak perusahaan PT. KFM terkesan selalu menerapkan strategi “Devide Et Impera” alias intrik memecah belah. Karena perwakilan perusahaan yang selalu diutus berhadapan dengan berbagai bentuk tuntutan warga di lima desa lingkar tambang nota bene merupakan putra asli Kecamatan Bunta.

Diberbagai kegiatan rapat yang diadakan selama ini, terbilang jarang para penentu kebijakan mewakili pihak direksi perusahaan untuk hadir langsung duduk dan berdialog interaktif bersama warga. Sehingganya masyarakat menganggap para penentu kebijakan PT. KFM selama ini terkesan selalu menganggap remeh semua persoalan yang terjadi ditingkat masyarakat bawah.

Disaat kegiatan mediasi yang dilakukan di Aula Kantor Kecamatan Bunta Kamis (2/12) 2021 kemarin, Camat Drs. Arsat Tamagola juga sempat menyentil persoalan upah tenaga kerja di lingkungan perusahaan yang selama ini dinilai kurang proporsional. Karena ada disparitas besaran upah antara tenaga kerja lokal dengan tenaga kerja yang berasal dari luar daerah.

Camatpun meminta kepada PT. KFM disaat agenda sosialisasi yang direncanakan hari Selasa depan di Aula Kantor Desa Tuntung, bisa dihadiri langsung oleh para penentu kebijakan dari pihak perusahaan tanpa diwakili oleh pihak lain di organ struktur perusahaan. *Tim

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

2019 © inovasinews.net | Newsphere by AF themes.