Demi Menggapai Impian, Bocah SD di Tuntung Rela Berjalan Kaki 7 Km Menuju Sekolah
Banggai, IN
Kisah mengharukan sekaligus memantik rasa empati bagi kalangan publik masih saja terjadi di lingkungan dunia pendidikan yang ada di Kabupaten Banggai Provinsi Sulawesi Tengah.
Adil salah satu bocah kelas tiga SD Negeri Tuntung Kecamatan Bunta yang kesehariannya tinggal di Dusun Satu Bahu bersama rekan-rekannya, setiap hari jadwal sekolah mereka rela berjalan kaki sekitar 7 Km menuju sekolah.
Disaat awak Media Online inovasinews.id melakukan peliputan di Desa Toima Senin (8/9) 2025, ketika melewati jalan poros Trans Sulawesi kurang lebih pukul 11.00 wita, tiba-tiba terkejut dengan lambaian tangan dari seorang bocah SD yang tengah berjalan lengkap dengan pakaian seragam sekolah.
Lambaian tangan dari bocah SD tersebut ternyata menghentikan kendaraan kami untuk menumpang menuju rumahnya di Dusun Satu Bahu Desa Tuntung yang berjarak sekitar 7 Km.
Setibanya dikediamannya bocah SD ini sempat bercerita mengenai kesehariannya ketika ia bersama teman-temannya setiap pagi kerap kali terlambat masuk di pagi hari dikarenakan masih menempuh perjalanan ke sekolah dengan jarak 7 Km.
Salah satu kerabat Adil yang bertepatan tinggal bersebelahan juga sempat berbagi kisah sedih anak-anak mereka yang selama ini menuntut sekolah.
Sumber mengatakan, kondisi seperti ini bukan baru terjadi di tahun ajaran 2025, tetapi sudah dialami dari tahun-tahun sebelumnya.
“Agar tidak terlambat ke sekolah begitupun ketika keluar sekolah, anak-anak mereka terkadang harus memberanikan diri untuk menahan kendaraan roda dua maupun empat sebagai tumpangan ketika melewati jalan Trans Sulawesi,” ujarnya.
Sehingganya mereka berharap kondisi ini mendapat perhatian yang lebih serius lagi dari pemerintah paling tidak menyediakan kendaraan roda tiga/triseda, yang bisa dipakai sebagai sarana transportasi setiap hari ke sekolah apalagi buat para anak didik yang masih duduk di bangku sekolah dasar. *Syarif
