SMPN 5 Bunta Masih Butuh Rehab dan Penambahan Mobiler
Banggai, IN
Sudah dua tahun berjalan SMP Negeri 1 Hion/SMP Negeri 5 Kecamatan Bunta Kabupaten Banggai terus melakukan berbagai penyesuaian-penyesuaian, mengingat sekolah ini terbilang kecil dengan jumlah siswa yang relatif sedikit kurang lebih 33 orang. Begitupun ketersediaan tenaga guru yang masih kurang, dimana PNS hanya berjumlah 2 orang dan guru P3K 6 orang.
Menurut Roni Satolom, selama menjabat kepala sekolah, bantuan kegiatan fisik di sekolah yang ia pimpin baru ada 2 RKB yang dibangun.

Sampai di tahun ajaran 2025 inipun, sekolah masih kekurangan ruang guru dan ruang kepala sekolah. Mengingat dengan bertambahnya jumlah guru, jelas sudah sangat tidak ideal lagi bahkan meja kerja berdesakan.
Pihak sekolah sudah mengusulkan proposal untuk pembangunan ruangan kantor, laboratorium dan satu RKB. Hanya saja usulan yang diajukan sampai sekarang belum ada respon dari Disdikbud Banggai. Mungkin masih dalam daftar tunggu/waiting list, karena tidak sedikit usulan perbaikan bangunan dari sekolah lain yang ada di daerah ini, ucap kepsek.
Selain rehabilitasi fisik, saat ini SMPN 5 Bunta masih kekurangan sarana mobiler seperti meja dan kursi guru berjumlah 10 buah, termasuk lemari arsip yang sudah tidak layak pakai. Ruang kelas saja tidak ada lemari, di perpustakaan juga kemarin dapat bantuan gedung tapi tidak ada lemarinya. *Amin/Rahmat
