April 21, 2026

INOVASI NEWS

Berterima Kasih Pada AT-FM, Baharula : Program SJSP Nyata Dan Bukan Sekedar Pembohongan Publik

Banggai, IN

Ketua Kelompok Ternak Sinar Harapan Kelurahan Hanga-hanga Kecamatan Luwuk Selatan Kabupaten Banggai Baharula Manassai menghaturkan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bupati dan Wakil Bupati Ir. H. Amirudin Tamoreka, MM, AIFO dan Drs. H. Furqanuddin Masulili, MM, terkait program satu juta satu pekarangan yang sudah diterima dan dinikmati kelompok ternak yang berjumlah 10 orang.

Menurut Lula sapaan akrabnya, belum lama ini Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan sudah turun sekaligus menyerahkan langsung bantuan bibit ayam pedaging. Setiap anggota menerima 50 ekor bibit ayam, sehingga jika dikalikan 10 orang anggota kelompok Sinar Harapan berarti jumlah bibit ayam yang disalurkan keseluruhannya 500 ekor.

Jenis bantuan satu juta satu pekarangan di bidang peternakan serba komplit bukan hanya penyediaan bibit ayam, akan tetapi diserahkan juga fasilitas pelengkap seperti, tempat pakan, kabel listrik, lampu, dan pakan sebanyak tiga karung.

Tak terasa bibit ayam yang diserahkan melalui Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan bisa segera dipanen, dan tentu hasilnya akan memberikan tambahan penghasilan ekonomi bagi kelompok peternak.

Lebih jauh Lula menepis berbagai argumentasi yang seolah-olah menjustifikasi program satu juta satu pekarangan (SJSP) di era AT-FM gagal dan merupakan pembohongan publik.

Pendapat dan penafsiran yang dikembangkan di media sosial atau di kalangan publik tersebut merupakan sebuah kekeliruan besar dan sengaja diplesetkan oleh rival politik menjadi sebuah opini yang sifatnya hiperbola/terlalu dibesar-besarkan secara berlebihan, apalagi di momentum jelang votting day tanggal 27 Nopember 2024.

Yang jelas menurutnya,  penyaluran bantuan satu juta satu pekarangan bukan seperti penafsiran diawal bentuknya berupa uang tunai Rp. 1 juta/orang, melainkan lebih kepada program bantuan yang pengusulannya melalui kelompok.

Dan untuk pengusulan bantuan bibit ayam pedaging ini, mekanismenya menggunakan sistem button up/dari bawah keatas, dalam artian harus membuat proposal resmi dari tingkat kelurahan kemudian naik ke kecamatan dan direkomendir kembali ke Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Banggai. *Tim

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

2019 © inovasinews.net | Newsphere by AF themes.