April 20, 2026

INOVASI NEWS

Perseteruan Kades Versus BPD Balaang

Banggai, IN

Rupanya sejak bulan September 2021 hingga April 2022 ini, harmonisasi kinerja antara pemerintah desa dalam hal ini Kades bersama mitranya Ketua BPD Balaang Kecamatan Nuhon Kabupaten Banggai sudah agak merenggang alias sempat terjadi perseteruan.

Akar persoalan munculnya perseteruan tersebut bermula ketika BPD menjalankan tugas dan fungsi selaku badan pengawasan, monitoring sekaligus fungsi penyelenggaran pemerintah desa, namun diasumsikan oleh kepala desa bahwa BPD mencari-cari kesalahan.

Apalagi beberapa waktu lalu sempat ada masyarakat sekitar yang sempat memviralkan tentang sapi bantuan yang tidak sesuai spesifikasi alias anakan sapi, sementara plafon anggaran pengadaan perekornya Rp. 8.200.000,-, yang sesuai harga dipasaran harusnya sudah indukan sapi.

Dalam proses pengadaan sapi tersebut citra BPD yang menjadi korban di tengah masyarakat karena dianggap tidak becus dalam menjalankan tugas dan fungsinya.

Dengan kejadian ini, BPD Balaang pada tahun 2022 tidak mau lagi ada proses pengadaan sapi dikarenakan hanya menimbulkan keributan dan memang sejak bergulirnya dana desa asas manfaatnya tidak ada.

Menurut pengamatan BPD, total pengadaan sapi di Desa Balaang selama ini diperkirakan sudah berjumlah 200 ekor, akan tetapi sayangnya sapi bantuan yang tersisa di masyarakat kemungkinan tinggal 20 ekor.

Apalagi dalam berbagai kesempatan, Bupati Banggai Ir. H. Amiruddin Tamoreka dalam penegasannya sudah mewanti-wanti agar desa sudah tidak lagi memprogramkan usulan pengadaan sapi disetiap desa, namun Kades Balaang nampaknya masih saja bersikeras, ada apa dibalik ini semua ?, tegas sumber.

Akibat masih ngototnya Kades Balaang dalam mengusulkan kembali pengadaan bantuan ternak sapi kepada masyarakat, BPD dalam kapasitasnya kemudian tidak menandatangani Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) tahun 2021 dan dokumen RAPBDS 2022.

“Masih banyak persoalan tentang anggaran dana desa 2021 yang bermasalah diantaranya, dana Covid-19 yang diduga ada rekayasa. Ironisnya, pihak yang berwenang sampai hari ini seakan buta dan tuli dalam melihat semua persoalan yang terjadi di Desa Balaang,” pungkas sumber. Hingga berita ini dipublis, Kades Balaang belum berhasil dimintai klarifikasi. *Tim

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

2019 © inovasinews.net | Newsphere by AF themes.