Gas Elpiji 3 Kg Langkah, Peradaban Kembali Seperti di Zaman Batu
Banggai, IN
Bentuk keresahan dan kekecewaan terhadap kelangkaan gas elpiji 3 Kg di kalangan masyarakat Kabupaten Banggai terus memuncak.
Akumulasi kesenjangan sosial tersebut viral disuarakan melalui postingan diberbagai platform media sosial.
Selain langkah, harga jual persetiap tabung elpiji mayoritas sudah diluar nalar harganya mulai dari Rp. 30 sampai dengan Rp. 80 ribu di atas harga eceran tertinggi (HET) yang ditentukan pemerintah.
Kondisi ini tak ayal membuat sebagian masyarakat kemudian memilih beralih menggunakan kompor berbahan bakar minyak tanah.
Warga masyarakat menilai persoalan ini sudah terjadi sejak lama bahkan terus berulang dan terkesan tidak pernah ada solusi konkrit dari pihak yang berkompeten.
“Apa gunanya daerah Kabupaten Banggai dikenal sebagai salah satu penghasil gas. Bahkan disaat sejumlah wilayah kecamatan tertentu di daerah pemilihan empat Batui hingga Toili sudah lama masuk program jaringan gas ke rumah-rumah pelanggan, malahan di ibukota kabupaten ketersediaan gas dari hari ke hari kian memprihatinkan,” tegas warga.
Fungsi pengawasan dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Banggai juga selama ini tidak begitu jelas terhadap distribusi disetiap pangkalan resmi yang ada di dalam kota maupun kecamatan.
Hingga berita ini dilansir para pihak terkait belum berhasil ditemui dan dimintai klarifikasi. *Tim
