Bupati dan Dinkes Diminta Turun Tangan Soal Dugaan Pungli di Puskesmas Mantoh
Banggai, IN
Sejumlah warga Kecamatan Mantoh Kabupaten Banggai menyampaikan keluhan atas dugaan Pungutan Liar (pungli) yang terjadi dalam layanan ambulans dan pelayanan rawat inap di Puskesmas setempat.
Mereka mengaku diminta membayar sejumlah uang oleh oknum petugas, meskipun layanan ambulans semestinya diberikan secara gratis, terutama bagi pasien rujukan yang tergolong kurang mampu.
Menurut Nazaret Alep yang juga merupakan Ketua Himpunan Mahasiswa Kecamatan Mantoh bersama pembina Himpunan Mahasiswa Kecamatan Mantoh, persoalan Pungli yang terjadi di Kecamatan Manto harus segera disikapi oleh pemerintah derah.
Bagaimana tidak, biaya pungutan liar yang katanya untuk membayarkan ambulan ketika dilakukan rujuk ke Rumah Sakit Umum Luwuk diduga diminta membayar Rp. 400.000 ,-. “Kami bingung, katanya gratis, tapi malah diminta bayar. Kalau tidak bayar, katanya tidak bisa diproses,” ujar Nazaret
Kasus ini memicu kemarahan dan kekecewaan masyarakat, terlebih karena banyak warga yang mengandalkan layanan kesehatan publik akibat keterbatasan ekonomi. Kritik pun ramai disampaikan di media sosial dan melalui sejumlah mahasiswa yang meminta Dinas Kesehatan Banggai turun tangan menyelidiki praktik tersebut.
Setelah mahasiswa mengkorfirmasi pihak Dinas Kesehatan Kabupaten Banggai mereka tidak pernah mengetahui adanya pemungutan liar di wilayah puskesmas tersebut kepada pihak pasien yang juga penguna BPJS aktif, untuk membayar biaya ambulans.
Kalaupun ada pembayaran pasti akan dilakukan pengambalian oleh pihak puskesmas. Namun yang terjadi di Kecamatan Mantoh tidak demikian, pemungutan liar ini sudah terjadi pada tahun 2021 sampai di tahun 2025 ini. Tak hanya itu pemda dalam hal ini Bupati Banggai dan Dinas Kesehatan harus turun langsung kepada masyarakat untuk menyelesaikan permasalahan yang ada di Puskesmas Mantoh.
Harapan kita puskesmas itu mampu menjadi ujung tombak dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat serta menjadi penghubung yang baik ke rumah rumah sakit di daerah, agar pasien yang dirujuk tidak lagi terlalu sulit bukan malah dipersulit, ungkap anak-anak Himpunan Mahasiswa Kecamatan Mantoh.
Hingga berita ini dilansir pihak Puskesmas Mantoh belum berhasil ditemui guna mengkonfirmasi temuan tersebut. *Afandi
