April 20, 2026

INOVASI NEWS

Obyek Wisata Batu Cinta Desa Kanali Kecamatan Totikum Selatan Banggai Kepulauan

Bangkep, IN

Banggai Kepulauan adalah salah satu kabupaten yang berada di Provinsi Sulawesi Tengah. Kabupaten ini memiliki beragam tempat wisata alam, dengan beragam aktivitas yang bisa dilakukan wisatawan.

Sebagai daerah kepulauan, Banggai Kepulauan memiliki banyak obyek wisata alam, obyek wisata bahari yang sangat indah yang tidak dimiliki daerah lain, ungkap Kades Kanali Dino K. Atasan (24/9/24).

Menurut Dino, di Bangkep ada beberapa obyek wisata yang go nasional bahkan internasional yang dikunjungi oleh turis mancanegara. Seperti Danau Paisu Pok kerap di juluki danau berair sebening kaca di Desa Luk Panenteng Kecamatan Bulagi Utara. Ada juga obyek wisata Bone Pololoba atau Pantai Pololoba di Desa Liputo Kecamatan Totikum. Ada Danau Sundano Kokiyab di Desa Kanali Kecamatan Totikum Selatan. Danau Sundano Kokiyab yang ada di Desa Kanali ini adalah danau yang mempunyai legenda cerita rakyat.

Menurut Dino, melalui Amadin Tauyo sebagai Kaur Pemerintahan menceritakan kejadian terjadinya Danau Sundano dan Kokiyab. Dimana di kehidupan tempo dulu, hiduplah sekolompok masyarakat yang kemudian dua keluarga memiliki seorang anak gadis bernama Sundano dan seorang anak muda tampan bernama Kokiyab, yang sejak dalam rahim telah di jodohkan oleh kedua orang tua mereka.

Seiring berjalannya waktu, kedua insan anak itu semakin hari semakin dewasa, tapi apa yang terjadi orang tua dari anak gadis telah lupa akan ikatan janji yang telah disepakati. Datanglah seorang pemuda lain meminang sang gadis yang bernama Sundano dan diterima oleh orang tua gadis Sundano.

Pemuda Kokiyab mengumpulkan sejumlah binatang laut, dimasukin dalam bambu disaat terjadi pesta binatang laut yang di dalam bambu tersebut di gantung sebuah tiang maka terjadilah keanehan di saat itu.

Hujan turun disertai petir menyambar sehingga situasi masyarakat menjadi panik karena air semakin hari semakin naik. Disaat situasi telah genting akibat air semakin hari semakin naik, sang gadis Sundano berlari melalui dapur belakang yang telah di jemput kekasihnya Kokiyab dengan memakai perahu, dan akhirnya mengikuti arus air yang membawa kedua kekasih yang konon ketika perahu mereka mengikuti derasnya air dan berkelok-kelok menghindari banyaknya pohon tumbang, akhirnya perahu yang dinaiki kedua kekasih masuk dalam sebuah lubang.

Singkat cerita perahu yang dinaiki kedua kekasih setelah masuk dalam lubang, jelmaan jejak perahu yang berkelok-kelok tersebut di Danau Tendetung terdapat seratus satu liku-likunya jelmaan sang gadis Sundano dan Kokiyab adalah sungai Sundano Kokiyab di Desa Kanali dan terdapat sebuah batu yang terletak di bagian bawa sungai ini yang masih penuh lumpur dan dinamakan “Batu cinta sehidup semati” .

Sungai Sundano Kokiyab dan lingkungannya rencananya akan dibersihkan dengan biaya Dana Desa tahun 2025 menjadi obyek wisata alam di Kecamatan Totikum Selatan. *Din

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

2019 © inovasinews.net | Newsphere by AF themes.