Desa Kalumbangan Bunta Gelar Rembuk Stunting Dan Musdes 2024
Banggai, IN
Selasa, 10 September 2024 Desa Kalumbangan menggelar Rembuk Stunting dan MusDes, yang dihadiri oleh tim II yaitu Sekcam Bunta, Irpan S. Daud, S.Sos, Djamaludin Musa, SKM, Koordinator Pendidikan, Koordinator Pertanian, Koordinator Perikanan, Koordinator Kesehatan, Ramli Pakaya, SH, Syawaludin R. Djawaba, S.Sos dan pendamping lokal desa.
Rembuk stunting merupakan salah satu rangkaian pramusyawarah desa untuk penyusunan Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Desa tahun 2025, juga menjadi amanat Pemerintah Kabupaten Banggai terhadap pemerintah desa agar memprioritaskan penggunaan dana desa tahun 2025 untuk pencegahan dan penanganan stunting.

Pelaksana rembuk stunting desa yaitu Kader Pembangunan Manusia (KPM). Adapun dalam prosesnya melibatkan Kepala Desa, Kasi Kesejahteraan (Kesra), BPD, perwakilan kader posyandu desa, para kepala dusun, kader PAUD, Puskesmas Bunta dan Karang Taruna.
Penyelenggaraan Rembuk Stunting di Desa Kalumbangan Kecamatan Bunta sekitar 60% lebih partisipannya adalah perempuan. Partisipasi aktif kelompok perempuan berhasil mengusulkan pelayanan Kesehatan Ibu dan Anak (KIA), konseling gizi terpadu, penyediaan sanitasi dan air bersih, perlindungan sosial, dan layanan PAUD yang berkualitas.
Syawaludin Ramli, S.Sos (Pendamping Desa) menyampaikan bahwa, rembuk stunting bersifat terpusat dan diinstruksikan langsung dari pemerintah pusat. “Permasalahan stunting menjadi prioritas pemerintah dikarenakan masalah ini mempengaruhi kualitas SDM yakni terhambatnya tumbuh kembang anak, dan lain-lain.
Oleh sebab itu, program ini harus dilaksanakan secara konvergen atau terpusat, terpadu, terkoordinasi oleh berbagai lintas sektor”.
“Rembuk stunting merupakan rangkaian dari tahapan penyusunan perencanaan ditingkat desa untuk merumuskan kebijakan/ prioritas wajib sehubungan pengentasan stunting dalam rumusan RKP desa. Pemeritah Desa Kalumbangan dan BPD mengajak agar bersama-sama membantu untuk pencegahan stunting, yang dimulai dari remaja, ibu hamil dan anak-anak”, ucap Kades Kalumbangan.
Melalui Musdes rembug stunting ini diharapkan ada pemahaman yang baik dan komprehensif (menyeluruh) tentang stunting, penyebab dan solusi penanggulangan stunting di Desa Kalumbangan. Kemudian ditindaklanjuti dengan gerakan nyata penanggulangan dan pencegahan stunting, sehingga di masa yang akan datang warga masyarakat Desa Kalumbangan memiliki SDM yang unggul dan berkualitas”, tambahnya. *Akang Yuda
