Miris, Permintaan Seng Bekas Proyek DAK Terus Berulang Di Disdik Banggai
DCIM100MEDIA
Banggai, IN
Indikasi bentuk intimidasi terhadap pengerjaan proyek rehabilitasi gedung sekolah baik tingkat SMP maupun sekolah dasar negeri yang saat ini rata-rata tengah berlangsung di sejumlah sekolah baik didalam kota maupun di kecamatan, menimbulkan keresahan hampir disetiap sekolah penerima bantuan.
Proyek rehabilitasi maupun bangun baru yang fisiknya ditujukan untuk Ruang Kelas Belajar (RKB), kamar mandi maupun fasilitas laboratorium yang terkucur melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun anggaran 2021, material seng bekas bongkaran atap bangunan yang direhab, diperoleh informasi menjadi lahan perseteruan antara pihak sekolah bersama para petinggi ditingkat Dinas Pendidikan Banggai.
Salah seorang kepsek penerima bantuan DAK 2021 yang ditemui media online inovasinews.id Kamis (12/8) 2021 di ruang kerjanya mengaku, material seng bekas yang baru beberapa hari dibongkar sudah sempat didatangi langsung oleh oknum tertentu yang mengaku akan mengangkut tumpukan seng bekas tersebut untuk kemudian diberikan kepada Kadis Pendidikan Banggai.
Padahal sesuai regulasi, proyek DAK diberi kewenangan langsung pihak sekolah selaku penanggung jawab kegiatan bersama pelaksana dalam hal ini kontraktor untuk bisa bersinergi dalam hal realisasi kegiatan fisik di lapangan.
Menurut sumber, material seng bekas bongkaran RKB maupun laboratorium oleh pihak sekolah telah diatur sedemikian rupa, selain dibagi secara merata kepada para dewan guru, pihak sekolah juga sebenarnya masih sangat membutuhkan seng bekas tersebut untuk digunakan membenahi sejumlah fasilitas sekolah lainnya yang kondisinya sudah sangat memprihatinkan dan tidak mungkin harus dialokasikan melalui dana BOS.
Tragisnya, sampai bongkaran seng bekas pun masih menjadi bahan rebutan para pejabat ditingkat dinas, yang terkesan selalu melakukan intimidasi pada setiap pelaksanaan proyek fisik ditingkat sekolah setiap tahun anggaran. Hingga berita ini dilansir, para petinggi Dinas Pendidikan Kabupaten Banggai yang disebut-sebut memaksakan permintaan seng bekas tersebut belum berhasil dikonfirmasi. *Tim
