Pembangunan Spektakuler Di Era Arman Lahay, Penilaian Minus Terus Membayangi
Banggai, IN
Meski telah berbuat yang terbaik bagi kepentingan orang banyak dengan melahirkan berbagai program-program sosial kemasyarakatan yang endingnya menyentuh peningkatan taraf hidup masyarakat, akan tetapi penilaian minus dari kalangan tertentu terus mengalir deras yang seolah menghambat niat tulus pemerintah desa dalam berinovasi melahirkan terobosan konstruktif.
Kondisi sikologis seperti ini yang seolah terus terjadi di era kepemimpinan Arman Lahay sebagai Kepala Desa Polo Kecamatan Bunta Kabupaten Banggai Sulawesi Tengah.

Hingga memasuki masa berakhirnya jabatan sebagai kepala desa pada tahun 2022 ini, sejak awal terpilih sudah sekian banyak program spektakuler yang dilahirkan Arman Lahay sebagai kades.
Salah satu program yang dampaknya sangat besar dirasakan masyarakat Desa Polo saat ini adalah pengadaan mobil ambulance desa.
Sejak awal pengadaan, semua masyarakat yang tiba-tiba sakit tanpa mengenal waktu diberikan keleluasaan secara penuh untuk menggunakan kendaraan tersebut guna mengantar orang sakit yang dirujuk baik ke RSUD Ampana maupun RSUD Luwuk, tanpa dibebani bayaran dan hanya menanggung biaya bahan bakar.
Meski selama ini sudah berbuat semaksimal mungkin untuk pentingan sosial dan pembangunan, akan tetapi masih saja ada segelintir pihak yang terkesan terus menciptakan citra buruk pemerintah desa di tengah masyarakat.
“Mengenai progres atapun kelanjutan terhadap aitem pembangunan fasilitas jamban dan rumah tidak layak huni saat ini sudah digenjot untuk tahap perampungan. Memang kemarin sempat terkendala tetapi semua disebabkan karena faktor teknis dan administrasi,” tegas salah satu Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) Desa Polo.
Dan semua aitem pengerjaan fisik yang dilakukan setiap tahunnya di Desa Polo sudah melalui tahapan pemeriksaan pihak Inspektorat sesuai ketentuan regulasi.
Sayangnya semua program fisik yang terealisasi setiap tahunnya, oleh pihak tertentu terus dicarikan titik kesalahan untuk melakukan pembusukan alias character asissination (pembunuhan karakter) sehingga pemerintahan di era Arman Lahay terlihat buruk di masyarakat, apalagi menjelang pelaksanaan pilkades serentak tahun 2022. *Tim
