Mengaku Dijanji Kades, Warga Resarna Gigit Jari Tak Terima Bantuan Sapi
Banggai, IN
Sungguh miris, rentetan kasus demi kasus seolah tidak pernah berkesudahan bermunculan terus ke permukaan satu demi satu, di Pemerintahan Desa Resarna Kecamatan Balantak Selatan Kabupaten Banggai Sulawesi Tengah dibawa kendali Edwar Do Ruitan selaku Kepala Desa.
Kali ini persoalan distribusi bantuan hewan ternak sapi bali yang menurut informasi dialokasikan melalui Dana Desa (DD) tahun 2021 sebanyak 10 ekor yang belum lama ini turun di desa tersebut, memunculkan keresahan dan keluh kesah di tengah masyarakat sekitar.

Kondisi ini seperti yang dialami Dion Kandari salah seorang warga Desa Resarna Kecamatan Balantak Selatan.
Pada wartawan Media Online inovasinews.id Selasa (18/1) 2021 kemarin, Dion mengaku sebelum bantuan hewan ternak sapi bali sebanyak 10 ekor belum lama ini turun di Desa Resarna, sebelumnya ia pernah dipanggil oleh Kades Edwar Do Ruitan di kantor desa setempat.

Disaat itu menurut sumber, kades sempat meletakan Al-Kitab di atas kepalanya (Dion,red) sembari berkata kalau bantuan hewan ternak sapi bali turun nantinya, ia pasti akan diberikan bantuan tersebut.
Mendengar janji manis yang penuh dengan harapan akan keciprat bantuan hewan ternak sapi bali, sumber kemudian bergegas membeli tali nilon dengan ukuran panjang 10 meter, yang tentunya akan dipersiapkan untuk mengikat hewan ternak sapi bali yang kemungkinan akan ia dapatkan.
Malang seribu mimpi, disaat bantuan hewan ternak sapi bali sebanyak 10 ekor belum lama ini turun di desa tersebut, yang bersangkutan ternyata sama sekali tidak termasuk sebagai masyarakat penerima bantuan meski sudah terlanjur rugi membeli tali nilon.
Sumber mengaku kesal dan kecewa berat dengan sikap Kades Resarna, karena dirinya sudah dijanjikan sebelumnya akan pasti menerima bantuan sapi terlebih lagi sudah diyakinkan dengan menaruh Al-Kitab di atas kepalanya, akan tetapi janji itu tidak lebih hanya sekedar pepesan kosong belaka.
Sementara itu berdasarkan informasi valid yang berhasil dihimpun media ini di lapangan, menyebutkan bahwa besaran harga satuan hewan ternak sapi bali yang turun di Desa Resarna dibanderol dengan angka Rp. 8.500.000,-/ekor, sama seperti pengadaan di tahun-tahun sebelumnya.
Tragisnya, besaran harga satuan perekor hewan ternak tersebut dinilai tidak sebanding dengan kualitas kondisi ternak yang kenyataan riil di lapangan mayoritas berpostur kecil dan dari segi usia ternak diperkirakan belum cukup satu tahun.
Harga satuan ternak Rp. 8.500.000,-/ekor yang beberapa tahun terakhir ditetapkan di postur anggaran Dana Desa (DD) Resarna, jika diambil komparasi ataupun perbandingan dengan harga jual sapi sehari-harinya di masyarakat, kondisi bantuan hewan ternak sapi bali yang turun harganya dikisar Rp. 5 juta rupiah/ekornya.
Kondisi ini secara jelas menggambarkan bahwa sanya pengadaan hewan ternak sapi bali yang selama ini turun di Desa Resarna dengan harga Rp. 8.500.000,-/ekor, telah terjadi deviasi harga jual yang cukup jauh berbeda dengan harga pasaran normal di masyarakat yang hanya berkisar Rp. 5 juta rupiah dengan kondisi ternak yang terbilang kecil alias anak sapi.
Sampai berita ini dilansir, Kepala Desa Resarna Edwar Do Ruitan selama ini terkesan selalu menghindar ketika hendak ditemui wartawan media inovasinews.id, kemungkinan mindset yang ada ketika wartawan hendak datang menemui kades, para kuli tinta hanya sekedar mencari-cari kesalahan dan meminta uang. Padahal sejak awal meminpin diduga segudang persoalan terus menerus terjadi tanpa henti di tengah masyarakat. *Tim
