Sejumlah Aparat Desa Ndindibung Tidak Masuk Kantor
Balut, IN
Sebagai aparat pemerintah desa yang baik bertanggung jawab dan amanah, ketika diberi kepercayaan serta tanggung jawab masyarakatnya, mestinya harus menjalankan amanah dan tanggung jawab itu dengan sebaik-baiknya karena digaji dengan anggaran Dana Desa (DD).
Tapi lain yang terjadi di Desa Ndindibung Kecamatan Bokan Kepulauan Kabupaten Banggai Laut Sulawesi Tengah, terkesan lebih memilih tidak masuk kantor dan mengedepankan mencari nafkah menyelam memanah ikan di laut.

Hasil konfirmasi Kepala Desa Ndindibung Samsir H. Lasidan Senin (17/1) 2021 kemarin mengatakan, saya mau jawab gimana karena kenyataannya sekdes dan sejumlah aparat desa lainnya tidak masuk kantor karena ke laut. “Tidak ada yang melarang mencari nafkah tapi nanti, karena kita digaji,” tegas kades.
Jujur hari senin kemarin kita mengadakan rapat internal, tapi karena sebagian besar aparat desa tidak hadir maka rapat tersebut dibatalkan.

Tidak masuknya kantor sejumlah aparat desa Ndindibung berdasarkan informasi yang dihimpun media ini menyebutkan bahwa, dibawa komando Sekdes Ndindibung Rinto bersama sejumlah aparat desa melaut memanah ikan untuk mengisi kapal ikan salah satu staf honorer kantor Kecamatan Bokan Kepulauan atas nama Arwan, yang juga sering tidak masuk kantor padahal digaji dengan APBD II Pemerintah Daerah Kabupaten Banggai Laut.
Ditempat terpisah Camat Bokan Kepulauan Iskandar Pakaya, S.Sos yang dikonfirmasi melalui telepon seluler mengatakan, berkaitan dengan sejumlah aparat desa Ndindibung yang tidak masuk kantor pada hari kerja hanya untuk melaut memanah ikan, selaku camat dirinya sudah menerima laporan resmi terkait indisipliner sejumlah aparat desa Ndindibung dari kepala desa Samsir H. Lasidan.
Menurutnya, kami sebagai camat sudah cukup dalam hal pembinaan terhadap para aparat desa bahkan termasuk didalam kantor Kecamatan Bokan Kepulauan, dimana staf pegawainya sering terlambat dan tidak masuk kantor.
Bahkan dirinya selaku camat tidak segan-segan ketika upacara hari senin memberikan teguran keras, kalau memang pencaharian sampingan itu lebih besar pendapatan dari pada gaji dan honor mereka lebih baik berhenti saja dari aparat desa, ketusnya.
Makanya kalau saya turun inspeksi ke desa-desa di Kecamatan Bokan Kepulauan, sering kali para kades bertanya kapan pak camat sidak di desa. Sehingganya beliau tidak pernah memberitahukan jadwal turun pengawasan, karena kalau sudah diberitahukan jelas para aparat akan melakukan antisipasi berpura-pura masuk kantor agar tidak kecolongan, karena memang mereka sudah terbiasa dengan para camat sebelumnya yang tidak disiplin.
Camat berterima kasih jika wartawan sudah memuat beritanya, karena memang selama ini jika dirinya pergi ke kabupaten tinggalkan kantor, mereka sering terlambat dan bahkan tidak masuk kantor, apalagi desa desa tetangga yang tidak jauh dari kecamatan mereka mengambil kesempatan, ungkapnya. *(Sabdin)
