April 22, 2026

INOVASI NEWS

Sapi Masih Berkeliaran, Sejumlah Desa di Bualemo Terkesan Tak Hiraukan Surat Edaran Bupati

Banggai, IN

Memasuki bulan Oktober 2025, sejumlah pemerintah desa yang ada di Kecamatan Bualemo terkesan masa bodoh dan tidak menghiraukan surat edaran Bupati Banggai terkait penertiban hewan ternak di tempat publik.

Surat edaran tertanggal 16 Juni 2025 Nomor : 100.10/3018/Bag. Tapem perihal Penertiban Hewan Ternak di Wilayah Kabupaten Banggai.

Surat edaran yang ditandatangani Bupati Banggai ini mendasari Peraturan Daerah (Perda) Nomor 21 Tahun 2006 Pasal 22, yang klausulnya antara lain menggaris bawahi hewan ternak sudah harus digembala/dikandangkan dan tidak bisa berkeliaran di tempat publik. Karena jika hal itu masih terjadi oleh aparat setempat bisa menangkap dan mengamankan hewan ternak yang ada.

Sayangnya surat edaran Bupati Banggai sebagai bentuk follow up peraturan daerah jika dikomparasi dengan fakta dibeberapa desa yang ada di Kecamatan Bualemo sangat kontradiktif.

Hasil pantauan langsung Media Online inovasinews.id di lapangan mulai dari Desa Salu (Longkoga Barat), Desa Longkoga Timur, Trans Malik, Binsil, Bima Karya dan Taima masih banyak ditemukan hewan ternak sapi masih berkeliaran di jalan raya, pemukiman warga dan di lokasi kebun warga.

Kemungkinan semua desa yang ada belum sama sekali menindaklanjuti masalah penertiban hewan ternak sapi dengan membuat Peraturan Desa (Perdes).

Belum adanya sikap tegas dan tindakan riil dari sejumlah desa terhadap surat edaran Bupati Banggai juga memunculkan kesan sejumlah pemdes yang ada tidak menghiraukan alias menggubris perintah dari pemegang pucuk pimpinan tertinggi ditingkat kabupaten.

Padahal akibat masih banyaknya berkeliaran hewan ternak di tempat umum sudah menimbulkan gejolak sosial di tengah masyarakat antara petani/pemilik kebun dengan warga selaku pemilik ternak.

Akhir-akhir ini sudah ada kejadian hewan ternak yang ditemukan mati karena diracun. Bahkan masalah yang sama sudah memunculkan ancaman pembunuhan di tengah masyarakat yang sudah frustasi karena tanaman di kebun mereka hancur di masuki hewan ternak sapi.

Warga meminta Camat Bualemo dan pihak berwenang di tingkat kabupaten agar bisa menyelesaikan masalah ini dengan serius sehingga tidak menimbulkan gejolak yang lebih besar ditingkat masyarakat bawah.

Hingga berita ini dipublikasi, para pihak terkait belum berhasil diklarifikasi terkait tuntutan warga. *Tim

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

2019 © inovasinews.net | Newsphere by AF themes.